Mengingat Kematian, Memperkuat Persiapan Akhirat: Dzuhur Berjamaah dan Tausiyah Ramadan Hari Ke-13 di Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam

Subulussalam, 03 Maret 2026
Suasana penuh khidmat kembali menyelimuti kegiatan keagamaan di lingkungan Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-13 bulan suci Ramadan 1447 H. Pada kesempatan tersebut, keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah yang dirangkaikan dengan ceramah agama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tausiyah Ramadan yang dilaksanakan secara rutin sepanjang bulan suci.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah di mushalla kantor yang diikuti oleh pimpinan, para Hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur. Pelaksanaan ibadah secara berjamaah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat kebersamaan di antara seluruh pegawai dalam menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini.
Usai pelaksanaan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Hakim Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam, Bapak Rizqi Hidayat Mizan, S.H., dengan dipandu oleh moderator Rafsanzani, Lc. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang “Kematian dan Persiapan yang Perlu Dilakukan oleh Setiap Muslim.”
Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa kematian merupakan suatu kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Oleh karena itu, setiap orang hendaknya senantiasa mengingat kematian sebagai bentuk pengingat agar tidak terlena oleh kehidupan dunia yang bersifat sementara. Mengingat kematian bukanlah untuk menimbulkan rasa takut semata, tetapi untuk mendorong manusia agar lebih serius mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan oleh seorang muslim dalam menghadapi kematian. Di antaranya adalah memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, menjaga keikhlasan dalam setiap perbuatan, serta senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kekhilafan yang pernah dilakukan. Selain itu, penting pula bagi setiap individu untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, menjaga amanah, serta menyelesaikan berbagai tanggung jawab yang menjadi kewajiban dalam kehidupan.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah. Selama Ramadan, setiap muslim diberikan kesempatan yang luas untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Dalam konteks kehidupan sebagai aparatur peradilan, beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari profesionalitas dalam bekerja, tetapi juga merupakan bentuk amal kebaikan yang akan menjadi bekal di akhirat kelak.
Moderator Rafsanzani, Lc. memandu jalannya kegiatan dengan baik sehingga suasana ceramah berlangsung tertib, komunikatif, dan penuh perhatian. Para peserta tampak antusias menyimak setiap penjelasan yang disampaikan, karena tema yang diangkat memberikan pengingat penting tentang hakikat kehidupan dan tujuan akhir manusia.
Kegiatan tausiyah ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang dilaksanakan oleh Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam selama bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh aparatur dapat meningkatkan kesadaran spiritual, memperbaiki kualitas ibadah, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam senantiasa diberikan kekuatan iman, keistiqamahan dalam beramal, serta kemampuan untuk mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat. Dengan semangat Ramadan, diharapkan setiap aparatur dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermakna, penuh tanggung jawab, dan berorientasi pada kebaikan. (d)
