Jangan Jadi Hamba Ramadan, Jadilah Hamba Allah Sepanjang Tahun: Tausiyah Hari Ke-22 di Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam

Subulussalam, 12 Maret 2026
Semangat mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan ibadah dan pembinaan rohani terus dilaksanakan oleh keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam. Pada Kamis, 12 Maret 2026 yang bertepatan dengan hari ke-22 Ramadan 1447 H, kembali dilaksanakan kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah yang dirangkaikan dengan ceramah agama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tausiyah Ramadan di lingkungan kantor.
Kegiatan yang berlangsung di mushalla kantor tersebut diikuti oleh pimpinan, para Hakim, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam. Pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah berlangsung dengan khusyuk dan tertib, mencerminkan suasana kebersamaan dan kekeluargaan dalam memakmurkan bulan suci Ramadan melalui ibadah bersama.
Setelah pelaksanaan sholat berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Pranata Komputer Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam, Sdri. Dea Denada Putri, S.Kom., dengan dipandu oleh moderator Citra Wahyu Andini, S.H. Pada kesempatan tersebut, beliau mengangkat tema yang inspiratif, yaitu “Jangan Jadi Hamba Ramadan, Jadilah Hamba Allah Sepanjang Tahun.”
Dalam tausiyahnya, Sdri. Dea Denada Putri, S.Kom. menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Islam untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan. Selama Ramadan, banyak umat muslim yang berlomba-lomba dalam melakukan berbagai amalan kebaikan seperti memperbanyak sholat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta menjaga sikap dan perilaku.
Namun demikian, beliau mengingatkan bahwa semangat beribadah tersebut tidak seharusnya berhenti setelah Ramadan berakhir. Seorang muslim sejati tidak hanya menjadi “hamba Ramadan” yang rajin beribadah selama satu bulan saja, tetapi harus menjadi “hamba Allah” yang tetap istiqamah dalam menjalankan kebaikan sepanjang tahun.
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa konsistensi dalam beribadah merupakan salah satu tanda keimanan yang kuat. Amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit lebih dicintai oleh Allah SWT dibandingkan amalan yang banyak tetapi tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan hendaknya dapat dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berakhir.
Dalam ceramah tersebut juga disampaikan bahwa Ramadan dapat dijadikan sebagai sarana latihan spiritual bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri. Melalui puasa, seseorang dilatih untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus melekat dalam kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.
Moderator Citra Wahyu Andini, S.H. memandu jalannya kegiatan dengan baik sehingga suasana ceramah berlangsung dengan tertib, hangat, dan penuh perhatian. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan karena tema tersebut memberikan motivasi dan pengingat penting tentang makna keberlanjutan ibadah dalam kehidupan seorang muslim.
Kegiatan tausiyah ini merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang secara konsisten dilaksanakan selama bulan Ramadan di Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh aparatur dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman dan keistiqamahan kepada seluruh keluarga besar Mahkamah Syar’iyah Kota Subulussalam dalam menjalankan setiap amal kebaikan, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun dalam kehidupan sehari-hari. (d)
